Kata-kata itu sangat indah di telinga ku .....
Senyum itu merobek hatiku .....
Mata itu selalu bicara kepadaku .....
Sempurna ....
Awalnya ....
Sampai saatnya tiba ....
Tak ada alasan untuk tersenyum dalam luka ini .....
Tiada yang mau disalahkan ....
Tiada yang ingin dihakimi ....
Saat kebersamaan itu datang kembali ....
Hanya pendengaran yang dapat berinteraksi ....
Ramai ini hanya untuknya .... Tidak untukku .....
Kerinduan ini terbalut luka yang menghantarkan ku
Kepada kesedihan yang tak kunjung padam ....
Rabu, 28 Maret 2012
...................
Tak banyak kata yang dapat ku ukir ....
Tak ada kata yang ingin aku ucapkan .....
Membisu .....
Aku diam ......
Aku terdiam ....
Disaat semuanya nyata .....
Saat dimana iya tersenyum ....
Ya ....
Mungkin senyum itu untukku ....
Aku malu tak dapat membalas senyum itu .....
Namun ....
Aku yakin seiring berjalannya waktu ....
Mungkin hari ini ... esok ... atau lusa ....
Aku dapat tersenyum untuknya ......
Senyuman yang hanya untuk nya ...... :)
Tak ada kata yang ingin aku ucapkan .....
Membisu .....
Aku diam ......
Aku terdiam ....
Disaat semuanya nyata .....
Saat dimana iya tersenyum ....
Ya ....
Mungkin senyum itu untukku ....
Aku malu tak dapat membalas senyum itu .....
Namun ....
Aku yakin seiring berjalannya waktu ....
Mungkin hari ini ... esok ... atau lusa ....
Aku dapat tersenyum untuknya ......
Senyuman yang hanya untuk nya ...... :)
duaenamfebruariduabelas
Ku hantarkan malam ini dengan senyuman ...
Ku hantarkan tidurmu dalam pelukkan ....
Ku hantarkan mimpimu dalam do'a ku ....
Setetes rindu untuk yang terkasih .....
Seuntai kata yang tak mampu meredam kasih ....
Seiring do'a dalam rindu malam ini ....
Untuk yang terkasih :)
Ku hantarkan tidurmu dalam pelukkan ....
Ku hantarkan mimpimu dalam do'a ku ....
Setetes rindu untuk yang terkasih .....
Seuntai kata yang tak mampu meredam kasih ....
Seiring do'a dalam rindu malam ini ....
Untuk yang terkasih :)
Rabu, 21 Maret 2012
2605sebelas
Oleh: Anggraini Prastikasari
aku
kira cinta itu universal. ternyata tidak demikian. kita punya pandangan
/ perasaan yang berbeda tentang cinta. cinta itu bagi ku sangat
sederhana dan jelas. cinta itu sederhana saja, lebih sederhana dari apa
yang secara telah sering kita bayangkan di malam-malam panjang. malam
yang kita ukir sendiri. cinta itu begitu sederhananya sampai-sampai bisa
kita ketahui keberadaannya cukup hanya dengan merasakannya. ketika kita
bersabar, menunggu, dan kesal dalam keheningan yang mengendap, kita
sebenarnya sedang tenggelam dalam lautan cinta. cinta adalah harapan
yang menyala-nyala, harapan tentang suatu masa ketika kita bersama-sama
melangkah menghadapi aneka rintangan yang ada. ketika hujan turun begitu
deras, suara tetesannya mengusik kesunyian malam yang damai.dingin
udaranya menyobek-nyobek kehangatan hati. hujan selalu aku maknai
sebagai tarian indah makhluk-makhluk Allah. aku bayangkan setiap tetesan
hujan itu digenggam oleh malaikat bersayap warna-warni.
hujan,angin,embun, dan apapun yang aku lihat selalu terlihat indah.
tetapi ketika cinta menghilang, hujan tak lagi menghadirkan kebahagiaan
dan keindahan. hanya butiran-butiran air mata disertai tarikan nafas
do'a lirih yang selalu mengalir bersama kesendirian malam. bersama hujan
yang terus berderai menjadi saksi kepedihan hati ini. AKU MENCOBA
MEMAHAMI ARTI HARAPAN YANG SUDAH MENJADI KENANGAN. aku menghayati
perihnya luka dihati. aku mencoba menguatkannya agar langkah ke depan
tidak tertatih-tatih, langkah yang akan diayun dari senja ke senja.
Entah ????
Oleh: Angggraini Prastikasari
Semakin hari harap itu semakin besar dan aku terus berharap.
Namun entah kenapa, karna siapa, salah siapa..
Harap itu kian memudar dari anganku..
Mimpi mimpi indah itu selalu menghantui ku ,
memaksa aku untuk trus berharap kpd rasa itu.
Walau kadang kecemasan tak jarang menyelingi.
Semakin lama aku tanamkan..
Semakin lama aku tumbuhkan..
Semakin lama juga aku sadar atas semua ini.
Rasa yg selalu berpura'' atas rasa itu.
Aku selalu berbohong kepada siapa saja
bahwa tak ada lagi rasa untuk rasa.
munafik..
Memang..
Aku munafik !!!
Karena aku ingin menghapus rasa itu..
Harap itu..
Cemas itu..
Sedih bahkan tangis ku.
Aku ingin tersenyum tanpa beban dihari'' ku kelak..
Biar rasa itu memudar dengan sendirinya.
Biar rasa itu tercipta untuk rasa rasa yg lain.
Biara rasa itu bahagia dengan rasa yg lain.
Biar rasa itu tak lagi menghantui ku.
Tak lagi menyakiti ku.
Dan tak lg membuat harapan'' palsu.
Aku tidak pernah menyesal sedikit pun pernah memiliki rasa itu..
Namun aku menyesal tlah membiarkan nya menghapus harap ku.
Terima kasih untuk rasa yg tak pantas ku rasa.
Aku berhak'
Oleh: Anggraini Prastikasari
Teringat selalu semua yg pernah aku banggakan.
Meski semakin bernanah saat ingatan itu menyelingi.
Waktu yg begitu lama dpt berganti
oleh waktu yg begitu singkat.
Hilang..
Iia..
Smw hilang
rasa itu rela menghapus rasa untuk rasa yg lain
lebih baik??
Atw..
Lebih sempurna??
Mungkin..
Bisa saja aku pergi dari rasa itu.
Tetapi aku tak ingin.
Bila tak ada lagi rasa untuk rasa
biar waktu yg membuat semua menjadi indah
biar malam yg menjadi teman
malam kemarin, malam ini, sampai malam malam selanjutnya
smw ini hak atau kewajiban??
''hak..
Aku berhak atas smw ini.
Tak perduli atas rasa itu.
Tak percaya atas smw ini.
Tetapi aku percaya..
''semua akan indah pd waktu nya''
Langganan:
Komentar (Atom)