Oleh: Anggraini Prastikasari
aku
kira cinta itu universal. ternyata tidak demikian. kita punya pandangan
/ perasaan yang berbeda tentang cinta. cinta itu bagi ku sangat
sederhana dan jelas. cinta itu sederhana saja, lebih sederhana dari apa
yang secara telah sering kita bayangkan di malam-malam panjang. malam
yang kita ukir sendiri. cinta itu begitu sederhananya sampai-sampai bisa
kita ketahui keberadaannya cukup hanya dengan merasakannya. ketika kita
bersabar, menunggu, dan kesal dalam keheningan yang mengendap, kita
sebenarnya sedang tenggelam dalam lautan cinta. cinta adalah harapan
yang menyala-nyala, harapan tentang suatu masa ketika kita bersama-sama
melangkah menghadapi aneka rintangan yang ada. ketika hujan turun begitu
deras, suara tetesannya mengusik kesunyian malam yang damai.dingin
udaranya menyobek-nyobek kehangatan hati. hujan selalu aku maknai
sebagai tarian indah makhluk-makhluk Allah. aku bayangkan setiap tetesan
hujan itu digenggam oleh malaikat bersayap warna-warni.
hujan,angin,embun, dan apapun yang aku lihat selalu terlihat indah.
tetapi ketika cinta menghilang, hujan tak lagi menghadirkan kebahagiaan
dan keindahan. hanya butiran-butiran air mata disertai tarikan nafas
do'a lirih yang selalu mengalir bersama kesendirian malam. bersama hujan
yang terus berderai menjadi saksi kepedihan hati ini. AKU MENCOBA
MEMAHAMI ARTI HARAPAN YANG SUDAH MENJADI KENANGAN. aku menghayati
perihnya luka dihati. aku mencoba menguatkannya agar langkah ke depan
tidak tertatih-tatih, langkah yang akan diayun dari senja ke senja.
Tidak ada komentar:
Posting Komentar