Rabu, 21 Maret 2012

2605sebelas

Oleh: Anggraini Prastikasari

aku kira cinta itu universal. ternyata tidak demikian. kita punya pandangan / perasaan yang berbeda tentang cinta. cinta itu bagi ku sangat sederhana dan jelas. cinta itu sederhana saja, lebih sederhana dari apa yang secara telah sering kita bayangkan di malam-malam panjang. malam yang kita ukir sendiri. cinta itu begitu sederhananya sampai-sampai bisa kita ketahui keberadaannya cukup hanya dengan merasakannya. ketika kita bersabar, menunggu, dan kesal dalam keheningan yang mengendap, kita sebenarnya sedang tenggelam dalam lautan cinta. cinta adalah harapan yang menyala-nyala, harapan tentang suatu masa ketika kita bersama-sama melangkah menghadapi aneka rintangan yang ada. ketika hujan turun begitu deras, suara tetesannya mengusik kesunyian malam yang damai.dingin udaranya menyobek-nyobek kehangatan hati. hujan selalu aku maknai sebagai tarian indah makhluk-makhluk Allah. aku bayangkan setiap tetesan hujan itu digenggam oleh malaikat bersayap warna-warni. hujan,angin,embun, dan apapun yang aku lihat selalu terlihat indah. tetapi ketika cinta menghilang, hujan tak lagi menghadirkan kebahagiaan dan keindahan. hanya butiran-butiran air mata disertai tarikan nafas do'a lirih yang selalu mengalir bersama kesendirian malam. bersama hujan yang terus berderai menjadi saksi kepedihan hati ini. AKU MENCOBA MEMAHAMI ARTI HARAPAN YANG SUDAH MENJADI KENANGAN. aku menghayati perihnya luka dihati. aku mencoba menguatkannya agar langkah ke depan tidak tertatih-tatih, langkah yang akan diayun dari senja ke senja.

Tidak ada komentar:

Posting Komentar